Pekalongan — Rabu – Jumat (22-24/07), Pengurus Pusat Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (PP Kotaterapi) sebagai perkumpulan program studi Tasawuf dan Psikoterapi serta Ilmu Tasawuf se-Indonesia mengadakan acara musyawarah nasional (munas). Munas yang bertajuk “1 Dekade Konsorsium, Reaktualisasi Keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi dalam Merespons Transformasi Sosial dan Krisis Mental Global” tersebut diadakan di Hotel Dafam, Pekalongan. Sejumlah delegasi hadir dalam acara tersebut, seperti UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas PTIQ Jakarta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Institut Al Fitrah Surabaya, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, STAI Al Mujtama’, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Syekh Wasil Kediri, ISQI Sunan Pandanaran, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kudus, serta UIN Raden Mas Said Surakarta.

Program studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai bagian dari Kotaterapi mengirimkan dua dosennya, yaitu Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog (sekretaris program studi), dan Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog. Dalam acara munas tersebut, keduanya menyuarakan kembali pentingnya pendidikan profesi Tasawuf dan Psikoterapi sebagai salah satu opsi pendidikan lanjutan setelah S1 Tasawuf dan Psikoterapi. Aspirasi tersebut disampaikan pada hari pertama dan kedua Munas, yaitu hari Rabu (22/07) dan Kamis (23/07). Menurut Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog dan Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog, pendidikan profesi merupakan salah satu bentuk upaya untuk lebih memperjelas arah bidang aktualisasi lulusan Tasawuf dan Psikoterapi, khususnya di dunia karier.

Aspirasi tentang pendidikan profesi pernah disuarakan oleh Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta di acara pengukuhan pengurus pusat Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (Indonesia) di Sabda Alam Hotel & Resort Garut tahun 2023 lalu. Sebagai salah satu tim perumus naskah akademik pendidikan pendidikan profesi Tasawuf dan Psikoterapi, UIN Raden Mas Said Surakarta kembali meminta para pengurus Kotaterapi untuk bersinergi di dalam mewujudkan izin pendirian pendidikan profesi. Sejumlah lobi sudah diupayakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kotaterapi periode 2022-2026, Prof. Wijaya, Ph.D. Lobi tersebut perlu dilanjutkan sehingga tujuan dapat tercapai.

Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog dan Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog juga menjelaskan bahwa adanya pendidikan profesi juga diharapkan dapat membentuk ekosistem pendidikan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia. Mereka berdua mengingatkan bahwa pendirian pendidikan profesi saja tidak cukup karena harus dibarengi dengan matang dan mapannya kurikulum nasional S1 sebagai dasar melanjutkan ke pendidikan profesi serta pendirian organisasi profesi Tasawuf dan Psikoterapi dan kode etik Tasawuf dan Psikoterapi. Keduanya menjadi komponen penting di dalam kurikulum pendidikan profesi. Organisasi profesi Tasawuf dan Psikoterapi menjadi lembaga yang kredibel dan sah secara hukum untuk memberikan sertifikat dan izin praktik bagi lulusan secara legal, sedangkan kode etik Tasawuf dan Psikoterapi berfungsi sebagai salah satu mata kuliah yang akan menjadi pedoman para lulusan pendidikan profesi ketika menjalankan profesinya sebagai terapis sufistik. Pada akhirnya, Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta mendapatkan tugas untuk merancang draf kode etik Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia.

(Red: Ayatullah)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *