Sukoharjo — Skripsi merupakan bentuk tugas akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa tingkat sarjana agar dapat lulus dari studi S1. Skripsi dibuat berdasarkan penelitian, baik penelitian lapangan maupun penelitian pustaka. Dalam perkembangannya, output penelitian tersebut tidak selalu dalam bentuk laporan skripsi, namun juga dalam bentuk lain, misalkan artikel ilmiah publikasi. Artikel ilmiah ini kemudian dikirimkan ke suatu jurnal dan jika dinyatakan layak muat, maka akan dipublikasikan di jurnal tersebut.

Artikel ilmiah publikasi tersebut tidak memengaruhi prosedur dan tahapan penelitian. Ini artinya, meskipun para mahasiswa memilih untuk membuat artikel ilmiah publikasi sebagai jalur kelulusan, bukan berarti prosedur penelitiannya berbeda dengan jika para mahasiswa memilih laporan skripsi. Prosedur dan etika penelitian tetap sama. Hal ini disampaikan oleh Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A., Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, dalam acara bimbingan akademik semester gasal tahun akademik 2026/2027. Bimbingan akademik tersebut diadakan oleh program studi pada Jumat (31/07) secara daring dan diikuti oleh para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi lintas angkatan, khususnya mahasiswa semester 7 dan 9 yang sudah mengerjakan proposal dan skripsi.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Lintang mengingat banyak pertanyaan dari para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi tentang artikel ilmiah publikasi sebagai pengganti skripsi. Lintang bahkan menyampaikan bahwa artikel ilmiah publikasi sebagai pengganti skripsi justru lebih kompleks. “Teman-teman bukan hanya berurusan dengan dosen pembimbing dan penguji, namun juga akan berurusan dengan pihak pengelola jurnal. Ditambah lagi, teman-teman harus menunggu antrian untuk proses reviu, penyuntingan, sampai dengan penerbitan,” tegas Lintang. Oleh karena itu, Lintang mendorong para mahasiswa untuk memulai penelitian lebih awal jika ingin memilih artikel ilmiah publikasi sebagai pengganti skripsi. Jika rata-rata mahasiswa memulai skripsi pada semester 6 atau 7, maka mahasiswa hendaknya memulai mengerjakan penelitian untuk artikel ilmiah publikasi pada semester 5. Terlebih lagi, di semester 5 mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta mendapat mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif, dan Metode Penelitian Eksperimen.

Sejalan dengan Lintang Seira Putri, S.Psi. M.A., Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog sebagai Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta juga menyampaikan bahwa meskipun para mahasiswa memilih artikel ilmiah publikasi sebagai pengganti skripsi, bukan berarti prosedurnya berbeda dengan jika para mahasiswa memilih skripsi. “Ke depan, pihak program studi akan merumuskan regulasi untuk mengatur artikel ilmiah publikasi sebagai pengganti skripsi agar tidak terjadi pelanggaran prosedur dan etika penelitian,” tutup Ayatullah Kutub Hardew.

(Red & Foto: Ayatullah)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *