Sukoharjo — Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2026 pada Selasa (04/08) bertempat di ruang aula lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara tersebut dihadiri oleh 32 mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta angkatan 2023 beserta Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dan sejumlah dosen Tasawuf dan Psikoterapi. Bertindak sebagai narasumber acara tersebut adalah Sintha Sari Marthaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog di RSUD Bung Karno Kota Surakarta.
Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag., M.Pd. Di akhir sambutannya, Dr. H. Lukman Harahap, S.Ag., M.Pd. secara resmi membuka acara pembekalan PPL tersebut. Dalam sambutannya, Lukman Harahap berpesan kepada para mahasiswa untuk memantaskan diri menjadi seorang terapis sufistik. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta, Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. Dalam sambutannya, Lintang menegaskan pentingnya menggunakan waktu PPL untuk mengasah keterampilan, keberanian, dan komunikasi dalam memberikan terapi sufistik.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan acara inti pembekalan PPL yang disampaikan oleh Sintha Sari Marthaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang akrab disapa dengan Shintha. Shintha mengawali pembahasan dengan pentingnya seorang terapis memahami kondisi psikologis dan spiritual pasien/klien sebagai modalitas awal untuk menentukan terapi yang relevan bagi mereka. Selanjutnya, Shintha menjelaskan tentang proses terjadinya masalah psikologis di dalam diri manusia. Proses ini penting dipahami oleh mahasiswa agar mahasiswa dapat memahami dinamika psikologis para pasien/klien. Selain itu, Shintha juga menjelaskan tata laksana terapi, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data dari pasien/klien, perumusan masalah dan penegakan diagnosis, penentuan jenis dan pendekatan intervensi, sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Setiap tahapan tersebut disampaikan dengan menyertakan contoh sehingga para mahasiswa mudah memahaminya.
Menjelang akhir materi, Shintha juga menjelaskan pentingnya pendekatan religius-spiritual di dalam penanganan masalah pasien/klien. Shintha kemudian menjelaskan bagaimana tafakur, tawakal, muhasabah, zikir, dan tazkiyatun nafs berdampak positif bagi kondisi kesehatan pasien/klien. Shintha menekankan bahwa pendekatan yang berbasis tasawuf ini hendaknya dikuasai oleh para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi. Gaya penyampaiannya yang komunikatif membuat para mahasiswa antusias mengikuti penbekalan PPL. Antusiasme ini ditunjukkan dengan keaktifan mereka dalam bentuk bertanya tentang persoalan terapi kepada narasumber. Acara pembekalan PPL tersebut kemudian selesai dan ditutup pada pukul 11.30 WIB.
(Red: Lintang, Ed: Ayatullah, Foto: Sofyan)
