Sukoharjo — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta di semester 7. Guna mempersiapkan PPL tersebut, program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan pembekalan bagi mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2023 pada Selasa (04/08) bertempat di ruang aula lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. Narasumber pada acara tersebut adalah Sintha Sari Marthaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog di RSUD Bung Karno Kota Surakarta.
Dalam sambutannya, Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. sebagai Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta meminta para mahasiswa untuk menggunakan waktu 30 hari PPL dengan baik. Para mahasiswa diarahkan untuk menyerap ilmu dan mengaktualisasikannya secara optimal. “Ada banyak mata kuliah yang perlu dipraktikkan, seperti sufi healing dasar, sufi healing lanjutan, ilmu kesehatan dasar, ESQ dan psikoneuroimunologi, komunikasi terapeutik sufistik, bekam sufistik, dan ruqyah sufistik. Jika selama pembelajaran di kelas memiliki keterbatasan waktu untuk praktik, maka teman-teman dapat menggunakan PPL untuk mempelajarinya lebih dalam dan mempraktikkannya,” jelas Lintang. Selain itu, Lintang juga meminta mahasiswa untuk mengasah keterampilannya, baik soft skills maupun hard skills.
Selama PPL, para mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menangani sejumlah pasien yang disupervisi oleh ahli. “Teman-teman perlu memupuk keberanian di dalam berinteraksi dengan pasien atau klien. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi perlu diasah dengan baik selain keterampilan dalam memberikan terapi. Baiknya komunikasi dan keterampilan teman-teman menjadi modalitas penting agar pasien menjadi percaya sehingga proses penyembuhan berjalan dengan lancar,” tutup Lintang dalam sambutannya.
(Red: Lintang, Foto: Sofyan)
