Pekalongan — Pengurus Pusat Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (PP Kotaterapi) mengadakan acara musyawarah nasional (munas) yang bertajuk “1 Dekade Konsorsium, Reaktualisasi Keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi dalam Merespons Transformasi Sosial dan Krisis Mental Global” pada Rabu-Jumat (22-24/07) bertempat di hotel Dafam Pekalongan. Salah satu agenda acara tersebut adalah pembacaan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022-2026 serta pemilihan ketua umum baru. Pemilihan ketua umum baru sedianya dilaksanakan pada Rabu (22/07) pukul 21.00 WIB. Namun, terjadi deadlock sehingga pemilihan ketua ditunda dan dilaksanakan pada Kamis (23/07). Pada hari Kamis (23/07) sekitar pukul 15.00 WIB, dilaksanakan acara pemilihan ketua umum PP Kotaterapi untuk periode 2026-2030. Setelah melalui pembahasan tentang prosedur pemilihan ketua umum, prosesi pemilihan ketua umum baru dilaksanakan. Hasilnya, Prof. Wijaya, Ph.D dari UIN Raden Fatah Palembang kembali menjadi Ketua Umum PP Kotaterapi untuk periode 2026-2030. Prof. Wijaya, Ph.D mendapatkan suara terbanyak (12 suara) dari keenam calon ketua lainnya.

Dalam pernyataanya, Prof. Wijaya, Ph.D. ingin melanjutkan agenda yang sudah dirintis di kepengurusan sebelumnya, yaitu memapankan kurikulum nasional, mengajukan perubahan gelar yang spesifik untuk lulusan Tasawuf dan Psikoterapi, serta pendirian pendidikan profesi Tasawuf dan Psikoterapi. Sebagai bagian dari Kotaterapi, UIN Raden Mas Said Surakarta menyatakan berkomitmen untuk mendukung agenda tersebut. UIN Raden Mas Said Surakarta yang diwakili oleh Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog dan Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog menyatakan bahwa dukungan tersebut akan diberikan secara optimal demi kemajuan program studi Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia. Selain itu, mereka berdua juga menjelaskan bahwa pendirian pendidikan profesi Tasawuf dan Psikoterapi harus diupayakan sampai tercapai.

Di sisi lain, Ayatullah dan Saifuddin juga mengusulkan kepada Prof. Wijaya, Ph.D. selaku ketua PP Kotaterapi periode 2026-2030 untuk membentuk ekosistem yang jelas dan terstruktur, mulai dari pendidikan sarjana Tasawuf dan Psikoterapi, dilanjutkan dengan pendidikan profesi Tasawuf dan Psikoterapi, pendidikan magister Tasawuf dan Psikoterapi, sampai dengan pendidikan doktoral Tasawuf dan Psikoterapi, beserta seluruh perangkat yang mendukung terlaksananya jenjang pendidikan tersebut. Dengan adanya pendidikan lanjut setelah sarjana yang jelas dan bervariasi, maka akan memudahkan para lulusan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia untuk memilih jalan dalam mematangkan ilmu dan keterampilan mereka. Dengan demikian, para lulusan akan memiliki bekal yang cukup untuk berkiprah di masyarakat. Terakhir, keduanya menyatakan komitmennya untuk mendukung setiap program kerja Kotaterapi sebagai upaya untuk memajukan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia.

Agenda berikutnya adalah melengkapi kepengurusan PP Kotaterapi periode 2026-2030 serta merumuskan program kerja pengurus harian dan departemen-departemen yang ada di organisasi tersebut.

(Red: Ayatullah, Foto: Panitia)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *