Sukoharjo — Selasa (24/06) program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan seminar dan pelatihan hipnoterapi Islami dengan tema “Hipnoterapi untuk Mengatasi Permasalahan Psikospiritual”. Kegiatan tersebut diadakan di ruang miniteater gedung Pusat Bahasa dan Budaya (P2B) UIN Raden Mas Said Surakarta mulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh 80 mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dr. H. Kholilurrohman, M.Si. (dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta), Dr. Retno Pangestuti, M.Psi., Psikolog (Ketua Jurusan Psikologi dan Psikoterapi), Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. (Sekretaris Jurusan Psikologi dan Psikoterapi), Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog (Koordinator Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi), dan sejumlah dosen beberapa program studi. Bertindak selaku narasumber pada kesempatan tersebut adalah Dr. Pihasniwati, M.Si., Psikolog (dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, praktisi hipnoterapi Islami) dan Rina Jayanti, M.Psi., Psikolog, C.Ht® (psikolog klinis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, praktisi hipnoterapi).

Setelah acara dimulai, Koordinator Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta, Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog, memberikan sambutan. Di dalam sambutannya, Ayatullah Kutub Hardew menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali keterampilan mahasiswa. Sambutan selanjutnya adalah sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si. Dekan menyebutkan bahwa keterampilan-keterampilan yang bersifat khas dan integratif penting dimiliki oleh mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Oleh karena itu, para mahasiswa didorong untuk belajar keagamaan selain belajar ilmu umum. Setelah memberikan sambutan, Dekan membuka acara secara resmi.

Pada kesempatan pertama, narasumber Rina Jayanti, M.Psi., Psikolog, C.Ht® menjelaskan latar belakang mengapa hipnoterapi semakin menemukan perannya, misalkan karena banyaknya masyarakat yang mengalami kekosongan spiritual, merasa hidupnya kurang bermakna, dan tekanan hidup yang semakin meningkat. Hipnoterapi dianggap sebagai salah satu strategi terapi yang relevan karena berfokus pada alam bawah sadar dan bersifat eklektif. Rina juga menjelaskan bahwa hipnoterapi sudah diakui oleh American Psychological Association sebagai terapi yang ilmiah dan empiris sehingga termasuk pada Divison 30, yang dikenal sebagai Society of Psychological Hypnosis. Selanjutnya, Rina menjelaskan tentang keterampilan yang diperlukan oleh terapis hipnoterapi, tahapan dan prosedur hipnoterapi, etika hipnoterapi, serta tantangan dan peluang hipnoterapi di era kekinian. Di akhir kesempatan, Rina menekankan kepada para peserta seminar bahwa penting untuk membekali diri dengan keterampilan hipnoterapi sesuai dengan kurikulum dan pelatihan yang kredibel jika ingin menjadi praktisi hipnoterapi. Selain itu, Rina juga menekankan kepada para peserta agar bersikap kritis apabila ada pihak yang mengaku ahli hipnoterapi karena banyak pihak yang mengaku bisa melakukan hipnoterapi tetapi tidak berdasarkan proses pembelajaran yang legal dan prosedural.

Pada kesempatan kedua, Dr. Pihasniwati, M.Si., Psikolog mengawali penjelasan bahwa hipnoterapi sangat potensial untuk diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal dan nilai keislaman, termasuk tasawuf. Selanjutnya, Pihasniwati menjelaskan tentang sistem dalam tubuh yang berkaitan dengan kondisi psikologis dan hipnoterapi, seperti saraf simpatik dan saraf parasimpatik, hormon endorfin, hormon oksitosin, hormon dopamin, dan hormon serotonin. Selanjutnya, Pihasniwati menjelaskan tentang peran sugesti untuk mengatur keyakinan dan memperbaiki alam bawah sadar seseorang sehingga mempengaruhi kinerja hormon-hormon tersebut. Pihasniwati kemudian menerangkan bahwa hipnoterapi islami juga bisa mempengaruhi kinerja qalbu melalui sugesti positif yang bersifat transendental. Apabila qalbu menjadi baik, maka perilaku seseorang pun akan menjadi baik karena qalbu berperan mengendalikan pikiran, perasaan, dan perilaku. Sebelum melakukan hipnoterapi islami, praktisi perlu melakukan diagnosis dan asesmen dengan tepat agar teknik hipnoterapi islami dapat diterapkan dengan baik. Di akhir, sesi, Pihasniwati melakukan role play hipnoterapi islami kepada para peserta.

Setelah sesi pemaparan para narasumber, dilanjutkan sesi tanya-jawab. Antusiasme peserta tinggi ditandai dengan banyaknya peserta yang bertanya kepada para narasumber tentang praktik hipnoterapi, khususnya hipnoterapi islami. Acara selesai pada pukul 12.00 WIB. Acara ini diharapkan menjadi titik awal bagi para mahasiswa untuk memiliki pengetahuan dasar hipnoterapi islami sehingga mahasiswa didorong untuk mengembangkannya dalam bentuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

(Red & Ed: AK Hardew, Foto: HMPS Tasawuf dan Psikoterapi)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *