Sukoharjo — Penelitian merupakan salah satu upaya untuk memenuhi skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa program sarjana. Salah satu bentuk penelitian adalah penelitian lapangan yang melibatkan manusia sebagai partisipan penelitian. Seluruh metode penelitian, khususnya penelitian yang melibatkan manusia, membutuhkan validitas yang tinggi, baik validitas internal maupun validitas eksternal. Validitas internal berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada variabel terikat benar-benar hanya disebabkan oleh variabel bebas, bukan karena faktor lain. Adapun validitas eksternal berkaitan dengan generalisasi hasil penelitian, atau sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada kelompok lain yang memiliki karakteristik yang sama atau mirip dengan partisipan penelitian. Salah satu upaya untuk meningkatkan validitas eksternal adalah memperluas area penelitian.

Hal ini disampaikan oleh Ahmad Saifuddin dalam acara bimbingan akademik untuk para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta angkatan 2023 pada Senin (03/08) secara daring. Para mahasiswa angkatan 2023 akan menempuh semester 7 sehingga para mahasiswa diarahkan untuk mempersiapkan PPL dan skripsi setelah menjalani KKL dan KKN. Saifuddin menyampaikan bahwa sudah saatnya para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta untuk tidak hanya meneliti mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, tetapi juga kelompok lain di luar UIN Raden Mas Said Surakarta. Selama ini, sudah ada sebagian mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta yang meneliti kelompok di luar mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Namun, menurut Saifuddin, jumlah tersebut perlu ditingkatkan. Terlebih lagi, tren jurnal-jurnal saat ini lebih memprioritaskan artikel ilmiah yang melibatkan partisipan dengan area yang luas dan jumlah yang besar.

“Para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi yang sudah lulus sudah terbiasa meneliti partisipan penelitian secara kuantitatif dalam jumlah besar, misalkan 400 sampai 600 orang. Sehingga, ini sudah menjadi budaya penelitian yang baik dalam program studi Tasawuf dan Psikoterapi. Di sisi lain, para mahasiswa saat ini juga perlu meningkatkan kualitas di aspek lain, yaitu tidak hanya menargetkan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai partisipan, namun juga melibatkan kelompok orang di sejumlah lembaga. Misalkan, pelajar muslim SMA di Kota Surakarta, mahasiswa muslim universitas keislaman di Solo-Raya, pelajar muslim SMP di Sukoharjo, mahasiswa aktifis musli universitas di Solo-Raya, dan sebagainya,” ujar Saifuddin.

Perluasan cakupan area penelitian tersebut juga bukan sebatas meningkatkan validitas eksternal, tetapi juga memperluas kebermanfaatan dari penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta. Guna menunjang keberhasilan tujuan tersebut, Saifuddin menyatakan bahwa para dosen akan mendukung penuh dan memberikan pembimbingan secara penuh. Selain itu, perluasan area cakupan penelitian juga bukan menjadi satu-satunya kualitas penelitian sehingga para mahasiswa diarahkan untuk tetap memperhatikan aspek kualitas yang lain, misalkan kualitas instrumen pengukuran, ketepatan pengambilan sampel penelitian, ketepatan teknik analisis data, ketepatan kerangka teoritis, dan kekuatan data prapenelitian sebagai dasar penelitian.

Dalam bimbingan akademik tersebut, Saifuddin juga meminta para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas lain sebelum mengerjakan skripsi, misalkan menyelesaikan laporan KKL serta melaksanakan PPL dengan baik dan menyelesaikan laporan PPL. Para mahasiswa diminta untuk selalu berkomunikasi dengan dosen pembimbing akademik demi kelancaran proses studi. Bimbingan akademik yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berakhir pada pukul 10.00 WIB.

(Red & Foto: AS)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *