Sukoharjo — Kuliah Kerja Lapangan adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus diambil oleh para mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, salah satunya adalah mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi di semester 6. Guna menunjang kelancaran KKL, program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan pembekalan. Pembekalan tersebut diadakan pada Senin, 15 Juni 2026, di ruang aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN raden Mas Said Surakarta. Pembekalan kali ini mendatangkan Apt. Regia Desty Rakhmayanti, M.Sc., Ketua Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Poltekkes Kemenkes Surakarta, yang memiliki latar belakang keilmuan apoteker dan jamu. Tema yang diusung pad akali ini adalah “Green Therapy: Budidaya Tanaman Obat dan Jamu sebagai Peluang Profesi di Masa Depan”. Tema ini dipilih untuk memperkuat salah satu profil lulusan program studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta, yaitu penyehat tradisional dan terapis sufistik. Acara ini dihadiri oleh 32 mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2023 serta para dosen Tasawuf dan Psikoterapi (Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A., Ayatullah Kutub Hardew, M.Psi., Psikolog, Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog, dan Yesi Ihdina Fityatal Hasanah, M.Farm.)

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB yang diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta, Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. Lintang menyampaikan bahwa pembekalan KKL ini, selain untuk mempersiapkan KKL, juga untuk menunjang beberapa mata kuliah, yaitu Herbalogi dan Budiddaya Tanaman Obat. Lintang menyebut bahwa terdapat relevansi antara pengobatan tradisional menggunakan jamu/tanaman dengan thibbun nabawi karena salah satu bentuk dari thibbun nabawi juga menggunakan tanaman. Di sisi lain, peluang penggunaan obat tradisional, khususnya yang berbasis keagamaan, juga semakin meningkat.

Adapun Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Kholilurrohman, M.Si., dalam sambutannya berpesan agar para mahasiswa menjadi “tanaman”, bukan “batu”. Mahasiswa diharapkan menyerap ilmu sebanyak mungkin di dalam pembekalan KKL maupun KKL lalu menggunakan ilmu tersebut untuk berkembang dan bermanfaat bagi orang lain, layaknya tanaman yang yang menyerap air dan berkembang. Selain itu, Kholilurrohman berpesan agar para mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi memperkuat keilmuan agar dapat berkiprah di masyarakat sesuai dengan profil program studi.

Apt. Regia Desty Rakhmayanti, M.Sc. selaku narasumber mengawali pembahasannya dengan menjelaskan sejumlah aturan terkait obat tradisional. Regia juga menjelaskan bahwa terdapat tantangan penggunaan obat tradisional, khususnya yang berasal dari tanaman. Misalkan, semakin banyaknya penggunaan tanaman dan industri yang memproduksi obat tradisional, namun kelayakannya belum teruji. Regia melanjutkan pembahasan tentang perbandingan obat tradisional dan obat konvensional, bahwa harga obat tradisional lebih murah, efek sampingnya lebih minim, dan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh, namun reaksinya lamban dibanding obat konvensional. Berikutnya, Regia menjelaskan tentang jenis-jenis metabolit sekunder beserta khasiatnya, misalkan flavonoid, tanin, sapomin dan stereoid. Pembahasan berlanjut pada tahapan pengolahan tanaman obat meliputi beberapa tahapan, mulai dari pascapanen (pembuatan simplisia), pengolahan sederhana, ekstraksi, dan penyimpanan. Di akhir, Regia mencontohkan sejumlah tanaman yang dapat menjadi obat tradisional beserta senyawa di dalamnya dan khasiatnya. Antusiasme para mahasiswa tercermin dari sesi tanya dan jawab.

Acara dilanjutkan dengan pembekalan teknis yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta, Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. Lintang menjelaskan tentang prosedur dan teknis pelaksanaan KKL agar mahasiswa dapat mengikuti KKL dengan baik. Acara diakhiri pada pukul 10.30 WIB dan ditutup oleh moderator, Yesi Ihdina Fityatal Hasanah, S.Si., M.Farm.

Red: Lintang SP, Foto: Listi

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *