Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep penyakit hati (amrad al-qulub) dan metode pengobatannya menurut Ibn Qoyyim al-Jawziyyah, serta mengkaji relevansi  konsep tersebut dalam menjawab problematika psikologis manusia modern. Penelitian ini  secara khusus bertujuan untuk menjelaskan peran hati (qalb) sebagai pusat kesadaran spiritual  manusia, mengidentifikasi bentuk-bentuk penyakit hati yang berpengaruh terhadap kondisi  psikologis, serta mengungkap makna al-qalb al-salim sebagai kondisi ideal bagi tercapainya  Kesehatan mental dan spiritual. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat memberikan  kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan kajian tasawuf dan psikoterapi Islam. 

Proses penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan  hermeneutika, dengan data primer menggunakan sumber darikitab al-da’ wa al-dawa’ karya  Ibn Qoyyim al-Jawziyyah, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai buku,jurnal ilmiah,  dan karya akademik yang relevan dengan tema penyakit hati, tasawuf, psikologi spiritual, serta  problematika psikologis manusia modern. Penelitian ini tidak melibatkan penelitian lapangan,  melainkan berfokus pada analisis teks dan tokoh. 

Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika Friedrich Schleiermacher yang menekankan dua dimensi utama, yaitu interpretasi gramatikal yang digunakan untuk memahami teks berdasarkan struktur Bahasa dan redaksi yang digunakan oleh  pengarang, sedangkan interpretasi psikologis bertujuan untuk memahami latar belakang pemikiran, konteks historis, serta kondisi psikologis Ibn Qoyyim al-Jawziyyah Ketika menulis karyanya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif  dan kontekstual terhadap konsep penyakit hati dan pengobatannya. 

Penelitian ini dilakukan secara bertahap dimulai dari pengumpulan data melalui pembacaan yang mendalam dan berulang terhadap kitab Al-Da’ wa Al-Dawa’ beserta literatur pendukung lainnya. Selanjutnya adalah mereduksi data untuk memilah dan memfokuskan pembahasan pada konsep-konsep utama yang relevan dengan tujuan penelitian . data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk uaraian deskriptif-analitis yang sistematis, sehingga memudahkan penarikan makna dan relevansi konsep dengan realistis kehidupan manusia modern.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibn Qoyyim al-Jawziyyah, hati merupakan pusat  kehidupan spiritual dan moral manusia yang sangat menentukan kondisi psikologis dan perilaku individu. Penyakit hati seperti cinta dunia, iri, dengki, riya, sombong, ujub dan menuruti hawa nafsu menjadi penyebab utama rusaknya ketenangan batin dan keseimbangan jiwa. Dalam konteks kehidupan modern penyakit-penyakit hati tersebut termanifestsikandalam  bentuk kecemasan, , stress, kehilangan makna hidup, dan krisis spiritual. 

Penelitian ini juga menemukan bahwa konsep pengobatan penyakit hati menurut Ibn Qayyim al-Jawziyyah bersifat holistik dan integral, mencakup dimensi spiritual, psikologis, dan moral. Metode pengobatan yang ditawarkan meliputi taubat, muhasabah, dzikir, memperkuat iman, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, serta tazkiyah an-nafs atau penyucian jiwa. Praktik praktik spiritual tersebut berfungsi sebagai terapi batin yang mampu membersihkan hati dari  penyakit, menenangkan jiwa, dan mengembalikan orientasi hidup manusia kepada Allah  SWT.Hati yang terbebas dari penyakit spiritual akan melahirkan ketenangan batin, kestabilan  emosi, serta kebahagiaan sejati. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa  pendekatan psikoterapi Islam berbasis pemikiran Ibn Qayyim al-Jawziyyah dapat menjadi  alternatif solutif dan komplementer bagi pendekatan psikologi modern dalam menangani permasalahan kejiwaan manusia kontemporer.

Red : Siti Rahma Lailatul Qodriya_211131006

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *