Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar seminar dan pelatihan kesehatan mental pada Kamis, 4 Juni 2026, di Gedung P2B UIN Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi serta peserta dari luar kampus, yang menandai antusiasme tinggi terhadap isu kesehatan mental generasi muda.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Lintang Seira Putri, bersama Wakil Dekan Akademik dan Pengembangan Lembaga FUD, Lukman Harahap. Dalam sambutannya, Lintang menyoroti meningkatnya kompleksitas masalah kesehatan mental pada anak dan remaja generasi Z, salah satunya terkait luka masa lalu atau inner child. “Hipnoterapi menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu penyelesaian masalah inner child,” ujarnya. Lukman Harahap menambahkan bahwa fakultas mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya positif untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa. Ia berharap terapi integratif semacam ini dapat ditindaklanjuti dengan protokol yang jelas serta penelitian empiris.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama yaitu Rina Jayanti, M.Psi., Psikolog C.Ht.®, praktisi hipnoterapi dan Psikolog RS PKU Muhammadiyah Surakarta serta Dr. Pihasniwati, M.A., Psikolog, dosen Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rina Jayanti menjelaskan berbagai faktor pemicu gangguan mental, mulai dari pola asuh yang tidak sehat, trauma masa kecil, hingga tekanan akademis. Ia menegaskan bahwa hipnoterapi memiliki landasan hukum di Indonesia, namun harus dilakukan oleh praktisi tersertifikasi dengan etika profesional, informed consent, serta menjaga kerahasiaan klien. “Hipnoterapi bukan solusi ajaib, melainkan metode yang sesuai untuk kasus tertentu dan membutuhkan kesediaan klien,” tegasnya.

Dr. Pihasniwati mengaitkan isu inner child dengan kisah para nabi dalam Islam, seperti Nabi Yusuf AS, Nabi Muhammad SAW, dan Nabi Musa AS yang mengalami luka masa kecil namun menjadikannya sumber kekuatan, kesabaran, dan keimanan. “Dari sisi positif, inner child justru bisa menjadi kendaraan untuk kebaikan di dunia dan akhirat,” ungkapnya. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses hipnoterapi yang dipandu kedua narasumber. Praktik ini membantu peserta menemukan makna dari pengalaman masa kecil yang membentuk diri mereka saat ini.

Kegiatan seminar dan pelatihan ini berjalan lancar dan sukses dengan testimoni positif dari peserta. Melalui materi yang disampaikan, para mahasiswa mendapatkan dampak positif yang nyata, terutama dalam merefleksikan perjalanan hidup mereka dari masa kecil hingga dewasa, belajar menerima diri sendiri, serta memahami cara memulihkan jiwa. Selepas mengikuti rangkaian pelatihan, para peserta mengaku merasa lebih lega, “plong”, dan enjoy. Berkat dampak baik yang dirasakan langsung tersebut, muncul harapan besar agar Prodi TP terus konsisten menyelenggarakan acara edukatif serupa yang berkualitas dan bermanfaat luas di masa mendatang. Banyak yang menilai seminar dan pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya kesehatan mental serta relevansi tasawuf dan psikoterapi dalam menghadapi tantangan generasi muda di era saat ini.

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *