Boyolali — Perundungan merupakan salah satu permasalahan remaja mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Data tahunan JPPI menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terdapat 91 kasus kekerasan di sekolah, tahun 2021 menjadi 142 kasus, tahun 2022 meningkat lagi menjadi 194 kasus, tahun 2023 terus naik menjadi 285 kasus, dan yang tertinggi terjadi di tahun 2024 sebanyak 573 kasus. Oleh karena itu, kesadaran bersama untuk menekan kasus perundungan perlu diupayakan. Dalam rangka meningkatkan kesadaran bersama tersebut, program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan acara Penguatan Mutu Berbasis Program Studi dengan tema “Mengatasi Permasalahan Perundungan Menurut Perspektif Tasawuf”. Kegiatan tersebut diadakan dalam bentuk psikoedukasi di MTs Nurul Islam II Ngesrep Ngemplak Boyolali pada Jumat 17 Oktober 2025 mulai pukul 09.00 WIB-10.30 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 siswa dan guru serta dibawakan oleh Ahmad Saifuddin, Zainul Abas, Nurisman, Ayatullah Kutub Hardew, Lintang Seira Putri, dan Yesi Ihdina Fityatal Hasanah yang merupakan dosen Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain itu, para dosen juga mengajak mahasiswa bernama Muhammad Sirodjudin Zuhdi untuk berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala MTs Nurul Islam II Ngesrep Ngemplak Boyolali, Muhammad Burhanuddin Amien. Setelah sambutan selesai disampaikan, acara dilanjutkan dengan performa tari sufi yang dibawakan oleh Muhammad Sirodjudin Zuhdi mulai pukul 09.15 WIB sampai pukul 09.25 WIB. Pukul 09.25 WIB sampai pukul 09.30 para siswa diminta mengisi tentang kuesioner pengetahuan dan kesadaran perundungan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaikan materi oleh Ahmad Saifuddin, Zainul Abas, Nurisman, Ayatullah Kutub Hardew, Lintang Seira Putri, dan Yesi Ihdina Fityatal Hasanah. Materi diawali dengan definisi perundungan, kemudian berlanjut pada jenis-jenis perundungan. Pada materi jenis-jenis perundungan ini, para narasumber menyampaikan berbagai contoh sehingga para siswa mudah memahami dan mengenali. Misalkan, contoh perundungan fisik adalah memukul dan menendang, contoh perundungan verbal adalah mengejek dan mencaci maki, contoh perundungan sosial adalah mengucilkan, contoh perundungan dunia maya adalah mengetik kata kasar kepada orang lain, dan contoh perundungan seksual adalah pelecehan seksual.

Selain jenis-jenis perundungan, para narasumber juga menyampaikan tentang faktor-faktor penyebab terjadinya perundungan. Faktor-faktor ini penting dipahami siswa agar para siswa terhindar atau dapat mengendalikan faktor penyebab ini. Selanjutnya para narasumber menyampaikan tentang strategi meredam perundungan dengan perspektif tasawuf, misalkan dengan belajar berbelas kasih, belajar mencintai teman tanpa syarat, memandang semua teman dan orang itu setara sehingga tidak mengucilkan tema atau orang lain, memaafkan pelaku perundungan agar di masa depan tidak membalas dendam dan menjadi pelaku perundungan, belajar mengendalikan emosi agar tidak melakukan perundungan, pendidikan akhlak, mengendalikan nafsu, dan melampiaskan dorongan berperilaku agresi ke hal-hal yang positif. Salah satu contoh melampiaskan dorongan negatif ke hal positif adalah dengan kegiatan positif, misalkan beribadah. Selain itu, tari sufi bisa menjadi salah satu cara pelampiasan positif.

Materi selesai diberikan pada pukul 10.00 WIB. Lalu, pukul 10.00 WIB sampai 10.10 WIB Muhammad Sirodjudin Zuhdi sebagai mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta yang menari sufi memberikan penjelasan tentang pengalaman positifnya ketika menari sufi. Pada pukul 10.10 WIB sampai pukul 10.25 diadakan sesi tanya-jawab dan diskusi. Pukul 10.25 WIB sampai pukul 10.30 WIB diadakan pengukuran ulang. Hasilnya, pengetahuan dan kesadaran bersama untuk menekan perundungan para siswa meningkat. Dengan demikian, acara selesai pada pukul 10.30 WIB dan tujuan kegiatan tercapai. Harapannya, acara semacam ini diadakan secara rutin dan ditindaklanjuti dengan program lain yang mendukung untuk menekan perilaku perundungan.

(Red & Ed: Ayatullah Kutub Hardew, Foto: Yesi)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *