Surakarta — Evaluasi dan perencanaan merupakan salah satu prinsip penting dalam pengelolaan sebuah lembaga. Hal ini yang mendasari program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan rapat evaluasi dan persiapan guna menyambut semester genap tahun akademik 2025/2026. Rapat ini diadakan pada Rabu (14 Januari 2026) di Kraton’s Resto Surakarta. Rapat dihadiri oleh sejumlah dosen program studi Tasawuf dan Psikoterapi, yaitu Ayatullah Kutub Hardew (koordinator program studi Tasawuf dan Psikoterapi), Zainul Abas (wakil rektor bidang akademik dan pengembangan lembaga UIN Raden Mas Said Surakarta), Lintang Seira Putri (sekretaris jurusan Psikologi dan Psikoterapi), Hamdan Maghribi (ketua program studi S2 Studi Islam), Siti Fathonah (koordinator program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Yesi Ihdina Fityatal Hasanah, Ahmad Saifuddin, M. Agus Wahyudi, dan Mamluatur Rahmah.

Rapat dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan mengevaluasi relevansi sejumlah mata kuliah. Berdasarkan peninjauan bersama, sejumlah mata kuliah dianggap kurang relevan, baik terkait dengan kebutuhan masyarakat maupun profil lulusan. Dengan demikian, evaluasi tersebut dilanjutkan pada pembahasan persiapan review kurikulum program studi. Ayatullah Kutub Hardew selaku koordinator program studi menekankan tentang keseimbangan mata kuliah yang mendukung setiap profil lulusan. Dengan demikian, setiap profil lulusan dipenuhi oleh jumlah dan muatan mata kuliah yang setara dan cukup.
Selain mengevaluasi kurikulum, rapat tersebut juga mengevaluasi pelaksanaan PPL dan KKL tahun 2025. Sejumlah evaluasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki mekanisme, mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan penilaian. Evaluasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan mempersiapkan PPL dan KKL untuk tahun 2026. PPL direncanakan di dua lembaga dengan sejumlah peningkatan kualitas, yaitu Griya Sehat Syafaat 99 Semarang dan Yayasan Tasawuf Indonesia. Dua lembaga tersebut dipilih karena memiliki relevansi yang tinggi dengan pemenuhan kebutuhan para mahasiswa untuk mencapai profil lulusan yang sesuai serta meningkatkan keterampilan praktik para mahasiswa. Selain itu, KKL pada tahun 2026 direncanakan dalam bentuk kunjungan ke PT Sido Muncul dengan sejumlah perbaikan agar para mahasiswa memiliki gambaran tentang industri perjamuan dan obat tradisional. Persiapan ini meliputi pembahasan soal berkoordinasi dengan mitra sebagai tempat PPL dan KKL, teknis pelaksanaannya, dan waktu pelaksanaannya.

Pembahasan berikutnya adalah mengevaluasi muatan dan kualitas skripsi. Ayatullah Kutub Hardew selaku koordinator program studi meminta para dosen memiliki persepsi yang sama terhadap muatan dan kualitas skripsi di program studi Tasawuf dan Psikoterapi. Oleh karena itu, Ayatullah Kutub Hardew membentuk tim untuk menentukan standar minimal kualitas skripsi program studi Tasawuf dan Psikoterapi. Harapannya, standar ini dapat digunakan untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas skripsi para mahasiswa. Di sisi lain, standar muatan dan kualitas skripsi ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman para dosen dalam membimbing. Dengan demikian, keseragaman kualitas skripsi dapat tercapai.
Tema evaluasi lain yang juga tak kalah penting dibahas dalam rapat adalah perkembangan studi para mahasiswa. Para dosen diminta untuk mengevaluasi perkembangan studi para mahasiswa. Jika terdapat mahasiswa yang mengalami penurunan kualitas studi, maka dosen pembimbing akademik diminta untuk mengadakan pendampingan. Di sisi lain, para mahasiswa yang stabil atau bahkan mengalami peningkatan, tetap perlu didampingi agar dapat menjaga motivasinya. Para dosen juga diminta untuk memberikan pendampingan terhadap mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Terakhir, para dosen mengevaluasi tugas para mahasiswa di semester sebelumnya. Pembahasan ini mengerucut ke dalam tema penggunaan kecerdasan buatan. Menindaklanjuti evaluasi terhadap penggunaan kecerdasan buatan, program studi Tasawuf dan Psikoterapi akan membuat pedoman penggunaan kecerdasan buatan yang kemudian dibagikan kepada para dosen dan para mahasiswa. Selain itu, program studi Tasawuf dan Psikoterapi juga akan membentuk mekanisme untuk mengecek penggunaan kecerdasan buatan serta menyusun sanksi yang diberikan jika terdapat penggunaan kecerdasan buatan yang tidak sesuai dengan pedoman. Rapat kemudian ditutup pada pukul 14.30 WIB.
(Red & Ed: Ayatullah Kutub Hardew, Foto: Hamdan Maghribi)
