Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan penting antara kebersyukuran dan penerimaan diri mahasiswa terhadap tingkat stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelakan hubungan antara kebersyukuran dan penerimaan diri terhadap tingkat stres akademik pada mahasiswa UIN Raden Mas Siad Surakarta yang bekerja paruh waktu.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima pilihan jawaban. Sampel penelitian melibatkan 394 mahasiswa  UIN Raden Mas Said Surakarta yang bekerja paruh waktu, yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan metode cluster nonrandom sampling. Instrumen yang digunakan dalam peneitian ini mencakup skala kebersyukuran, skala penerimaan diri, dan skala stres akademik, yang dirancang untuk mengukur masing-masing variabel secara akurat dan memberikan wawasan yang mendalam mengenai hubungan antara kebersyukuran, penerimaan diri, dan stres akademik.

Nilai koefisien omega untuk skala kebersyukuran adalah 0,947, sementara untuk skala penerimaan diri sebesar 0,929, dan untuk skala stres akademik sebesar 0,947. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,019 (p<0,05), yang mendukung hipotesis pada penelitian ini yakni kebersyukuran dan penerimaan diri memiliki hubungan negatif terhadap stres akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kebersyukuran dan stres akademik (koefisien korelasi -1,970; p= 0,049). Sebaliknya, tidak ditemukan korelasi negatif antara penerimaan diri dan stres akademik (koefisien korelasi -1,860; p= 0,064).

Red : Wahidah Salma Istiqomah_211131019

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *