Stres akademik adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu menghadapi tekanan dalam bidang akademik. Stres akademik yang dialami mahasiswa terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, gangguan tidur, serta menurunkan motivasi segingga dapat menghambat penyelesaian skripsi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stres akademik adalah efikasi diri dan tawakal, namun berdasarkan hasil dari data awal dalam penelitian ini terdapat temuan menarik, yaitu meskipun mahasiswa tingkat akhir memiliki efikasi diri dan tawakal yang tinggi, sebagian dari mereka tetap mengalami stres akademik yang tinggi, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara idealitas dan realitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan hubungan antara efikasi diri dan tawakal dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir UIN Raden Mas Said Surakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban, yang meliputi skala efikasi diri teori dari Albert Bandura (1997), skala tawakal Ibnu Qayyim Al Jauziyah (1998), dan skala stres akademik Bedewy & Gabriel (2015). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir UIN Raden Mas Said Surakarta semester 7-13. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster nonrandom sampling, yang diperoleh sebanyak 357 mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara efikasi diri dan stres akademik (koefisien korelasi -2,249; p= 0,025), serta terdapat juga korelasi negatif antara tawakal dan stres akademik (koefisien korelasi -3,041; p= 0,003). Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000 (p<0,05), sehingga untuk hipotesis dalam penelitian ini diterima. Secara simultan efikasi diri dan tawakal memberikan sumbangan efektif sebesar 4,3% terhadap tingkat stres akademik. Adapun dampak dari penelitian ini adalah dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya sikap efikasi diri dan tawakal dalam menghadapi tantangan akademik dalam proses penyusunan skripsi sehingga mahasiswa dapat termotivasi untuk menerapkan sikap tersebut. Dengan begitu akan membantu mahasiswa tingkat akhir dalam mengelola stres akademik dan akan berdampak pada kesehatan mental dan emosionalnya.

Red : Azizah Sabila Permata_211131035
