Kekhusyukan merupakan aspek esensial dalam pelaksanaan salat karena mencerminkan kualitas kesadaran dan penghayatan seorang hamba dalam beribadah. Santri sebagai kelompok dengan paparan pendidikan fikih dan praktik ibadah yang intens secara ideal diharapkan memiliki tingkat kekhusyukan salat yang tinggi. Namun, temuan awal di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih mengalami kesulitan mempertahankan fokus dan kehadiran batin saat salat, terutama akibat fenomena mindwandering.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain control group time series. Sampel penelitian berjumlah 30 santri SMA dengan tingkat kekhusyukan salat sedang hingga sangat rendah, yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh intervensi meditasi mindfulness selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest 2 (Asymp. Sig. = 0,055; p > 0,05). Namun, hasil perbandingan skor posttest 2 antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan (Asymp. Sig. = 0,046; p < 0,05). Secara deskriptif, kelompok eksperimen menunjukkan kecenderungan peningkatan skor kekhusyukan salat dibandingkan kelompok kontrol.

Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa meditasi mindfulness memiliki potensi dalam meningkatkan kekhusyukan salat, khususnya jika dibandingkan dengan kondisi tanpa intervensi. Hal ini dapat dijelaskan melalui mekanisme mindfulness yang berfokus pada peningkatan kesadaran momen kini, pengendalian perhatian, serta sikap menerima terhadap pikiran tanpa terlibat secara reaktif. Kemampuan tersebut relevan dengan aspek pengendalian mindwandering yang merupakan salah satu hambatan utama dalam mencapai kekhusyukan salat.

Tidak signifikannya perbedaan pretest dan posttest akhir pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa kekhusyukan salat merupakan sesuatu yang kompleks dan tidak mudah berubah dalam waktu singkat. Durasi intervensi yang relatif singkat, keterbatasan ukuran sampel, penggunaan intervensi berbasis aplikasi, serta karakteristik lingkungan pesantren modern yang memiliki tuntutan aktivitas tinggi diduga turut memengaruhi efektivitas perlakuan. Meskipun demikian, perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada pengukuran akhir menunjukkan bahwa meditasi mindfulness berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas atensi dan regulasi pikiran saat salat, meskipun belum sepenuhnya menghasilkan perubahan internal yang stabil pada individu.Penelitian ini menyimpulkan bahwa meditasi mindfulness memiliki potensi pengaruh positif terhadap tingkat kekhusyukan salat santri, khususnya bila dibandingkan dengan kondisi tanpa intervensi. Meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest akhir pada kelompok eksperimen, perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa mindfulness dapat menjadi pendekatan pendukung dalam pembinaan kekhusyukan salat. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya peningkatan kekhusyukan salat tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif dan ritual, tetapi juga memerlukan pendekatan psikologis yang menekankan kesadaran dan pengelolaan perhatian. Pengembangan program kekhusyukan salat berbasis mindfulness perlu dilakukan secara lebih kontekstual, berjangka panjang, dan terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual Islam agar menghasilkan dampak yang lebih optimal.

Red & Doc : Faizal Rahman_201131005

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *