Surakarta, 6 Oktober 2025 – Dosen Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (Prodi TP) UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hamdan Maghribi, M.Phil, berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference 2025 yang digelar oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada 4 Oktober 2025.
Konferensi internasional yang mengusung tema “Sufism and Contemporary Challenges: Spiritual Solution for Modern Predicaments” ini menjadi forum akademik bergengsi yang mempertemukan para cendekiawan dan peneliti dari berbagai negara. Tema besar tersebut mengundang refleksi mendalam mengenai bagaimana ajaran tasawuf dapat menawarkan solusi spiritual atas problematika kemanusiaan modern, mulai dari krisis moral hingga kehampaan eksistensial di era globalisasi.

Dalam presentasinya, Dr. Hamdan Maghribi mengangkat gagasan mengenai urgensi nilai-nilai sufistik dalam menghadirkan keseimbangan spiritual manusia modern. Melalui argumentasi yang kuat dan analisis yang kontekstual, beliau menekankan bahwa tasawuf bukan hanya dimensi mistis, tetapi juga jalan menuju pembentukan etika dan kesadaran spiritual yang mampu merespons tantangan zaman.
Kualitas penyampaian yang inspiratif dan kedalaman analisis ilmiah membuat Dr. Hamdan mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri dan peserta konferensi, hingga akhirnya terpilih sebagai Best Presenter.
Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta menyambut baik capaian ini.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa Prodi TP terus berupaya melahirkan gagasan-gagasan sufistik yang relevan dengan realitas kontemporer. Kami bangga memiliki dosen yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam wacana ilmiah internasional,” ujar Kaprodi TP.
Prestasi ini semakin memperkuat peran Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat pengembangan ilmu tasawuf yang mampu menjembatani antara spiritualitas klasik dan tantangan modernitas, sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, ilmu, dan kemanusiaan.
