Sukoharjo — Kesehatan mental dan spiritual menjadi isu yang semakin diminati akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya kasus gangguan mental dan spiritual. Berbagai strategi penanganan juga dapat diberikan kepada terhadap para pengidap gangguan mental dan spiritual. Akan tetapi, sebagian strategi penanganan tersebut kurang melibatkan unsur spiritualitas dan ketuhanan sehingga hasilnya pun kurang optimal. Fenomena tersebut mendorong Dhariah Nurul Arifah, mahasiswi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta┬ámeneliti konsep sabar menurut Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin.

Penelitiannya dilakukan dengan pendekatan dan metode hermeneutika terhadap kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan referensi lain yang mendukung ketercapaian data. Di bawah bimbingan Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, M.Ag., Dhariah berhasil menyelesaikan penelitiannya tersebut. Berdasarkan interpretasi psikologis, Dhariah menemukan bahwa proses kehidupan yang dijalani oleh Imam Al-Ghazali mulai sejak kecil, kemudian berkelana mencari ilmu, sampai dengan menenggelamkan diri di dunia tasawuf, mempengaruhinya dalam merumuskan konsep sabar. Selain itu, berdasarkan interpretasi gramatikal, terdapat kalimat-kalimat di dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin yang membahas tentang konsep sabar yang orisinal. Sabar yang dirumuskan oleh Al-Ghazali terkait dengan menahan hawa nafsu, mengendalikan diri dan emosi, serta menghindarkan diri dari perilaku yang merugikan. Konsep sabar ini dianggap lebih komprehensif dibandingkan konsep regulasi emosi maupun pengendalian diri sehingga menemukan relevansinya sebagai salah satu ikhtiar untuk mencapai kesehatan mental dan spiritual.

Penelitiannya tersebut berhasil dipertahankan dan dipertanggungjawabkan di depan dewan penguji, Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog dan Siti Fathonah, S.Th.I., M.A., pada Jumat (20/05). Keberhasilannya tersebut membawa Dhariah menjadi lulusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta yang ke-25 sekaligus menjadi lulusan pertama dari angkatan 2018. Dhariah berhak menyandang gelar Sarjana Agama di bidang tasawuf dan psikoterapi.

(Foto: https://tabungwakaf.com, Red: Ahmad Saifuddin)

By admintp

Laman Resmi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *